Dari Penasihat Menusa, Dito Anurogo: Kata Mampu Cerahkan Dunia

Picture: Background vector created by macrovector – www.freepik.com

Bermula dari huruf. Terangkai menjadi kata. Menjelma rangkaian kalimat. Membentuk suatu paragraf. Tercipta mahakarya, yang berpotensi mengubah dunia. Itulah kekuatan kata-kata. Mengapa seperti itu? Simak ulasan opini dari dr. Dito Anurogo berikut!

Tiada kata, tiada ilmu. Karena ilmu diwariskan melalui kata-kata yang ditulis melalui pena. Tiada kata, tiada komunikasi. Tanpanya, dunia menjadi hening dan sunyi. Kata-kata menjadi media paling efektif di dalam menyampaikan isi hati, gagasan, maupun opini. Tiada kata, tiada makna. Hanya kata-kata bermakna yang berpotensi menggerakkan peradaban, untuk kemudian mencerahkan dunia. Tiada kata, tiada cinta. Cinta adalah getaran hati yang diekspresikan melalui kata. Seorang hamba mengekspresikan cinta kepadaNya melalui doa. Doa adalah ratapan jiwa yang kedahsyatannya mampu menggetarkan semesta. Melalui doa, manifestasi kata-kata suci, semua yang mustahil menjadi mungkin, semua yang gelap menjadi terang.

Melalui kata, berbagai profesi berpotensi mencerahkan dunia. Sebagai contoh: Dokter menasihatkan pola hidup sehat. Dengan nasihat itu, keluarga menjadi sehat. Masyarakat menjadi kuat. Kesejahteraan bangsa meningkat. Persahabatan antarbangsa menjadi semakin erat. Semua ini bermula dari kata.

Contoh lain. Seorang Ilmuwan, menuliskan beragam pemikiran dan penemuannya dalam jurnal. Jurnal itu menjadi sumber rujukan. Berbagai kebijakan tercipta bersumber darinya. Teknologi pun menjadi semakin efektif dan efisien karenanya. Semua ini bermula dari kata-kata yang tertulis. Melalui kata, semua diri kita, mampu mengubah dunia ini menjadi lebih baik dan beradab. Itu mengapa ‘kata’ mampu cerahkan dunia!

 

Biodata Penulis:

Dito Anurogo, dokter digital/online di detik.com, penulis 18 buku (Salah satunya: “The Art of Medicine”, diterbitkan Gramedia, 2016), S2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta, ketua UKM Jurnal Paradigma HMP UGM, ketua forum kewirausahaan sosial Yogyakarta – Jawa Tengah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *